Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2014

The Fault In Our Stars

Gambar
Akhirnya ina nonton ini, Ma... Salah satu film yang buat Ina penasaran.. Mau review sedikit soal film ini.. yg jelas menurut ina film ini beda dari Twilight, beda banget, dan ina lebih suka film ini.. Hazel-Augustus , sepasang kekasih yang berjuang melawan penyakit masing2.. Hazel selalu menggunakan selang oksigen dan Augustus punya kaki robot.. Hazel itu biasa aja cenderung datar, ga optimis, dan ga pesimis, hanya realistis. Dia tahu bahwa hidupnya tergantung dari tabung oksigen kecil yang selalu dia bawa, tak punya teman, bukan karena dia minder dengan keadaannya, hanya dia tidak ingin saat dia tak ada, oran2 yg ditinggalkannya akan sedih. Hazel sosok yang kuat dan sebenarnya sok kuat, dan tak mau minta bantuan orang lain. Mamanya berusaha mendorong agar dia bergaul dan hidup normal, mulai dari ikut kelompok kecil penderita kanker. Well, dia antara mau ga mau untuk ikut. Pertemuan pertama, tak menarik buatnya, namun pertemuan kedua yang jadi awal kisah cinta...

Mau Resign

Dear Mama, T___________________T Ina mau resign aja, Ma… Sakit hati pas tahu Ibu Manager area 1 bilang macem2 ke Direktur Bidang kalau Ina ga mau kerjain kerjaan areanya dan lebih milih area 2 yang memang itu area kerjaan Ina hanya karena Ina nolak ngerjain pengajuan Manpower divisi di saat Ina dimintai data sama Direktur Bidang, pakai bilang Ina mengeluhkan gaji kecil, ga mau kerjalah, sampai Direktur bidangnya bilang keluarin Ina aja. Untungnya masih ada Ibu Manager 2 yang bela Ina dan langsung minta konfirmasi ke Ina apa bener yang diomongin Ibu Area 1. Huahhh,,, sakit hati, Ma. Bukan karena mau dikeluarin, tapi kalimat2 Ibu Area 1 yang ngadu ke Direktur bidang. Ina udah ga bahas masalah gaji, yang ina tanyakan hanya kemana slip gajinya, karena semua teman2 sedivisi minta slip gaji ke Ina, dan kalau ina ga anggep Ibu Area 1, trus buat apa tiap Ina ga masuk, tiap ina cuti, ina izin juga ke Ibu Area 1? Dan buat apa ina iyain untuk kerjain acara syukuran pindah ruangan pada...

Amarahnya Seorang Ketua

Dear Mama, Aargggghhhhh.... kesel, Ma... kesel... dan terulang lagi, kesel karena ga bisa memimpin dengan baik dan malah ngeluarin kalimat pedas, tapi ina bener2 kesel, saking keselnya matanya sembab... Bagaimana caranya membuat saya bisa menggerakkan mereka ya, ma?? Hening tenang cuek begitu... Bingung saya... Sebenarnya ga mau hitung2an, lagi coba nahan untuk ga hitung2an, tapi keselnya itu loh... 😭😭😭😭😭 Dan akhirnya dalam hati protes lagi ke Tuhan, perbuatan yang ga boleh kan, Ma... Muncul lagi beberapa kalimat protes ke Tuhan: " Tuhan, kenapa ina ga cuek aja ya? Tuhan, ina mesti gimana? Didiemin salah, dicuekin salah, diomelin salah juga... Tuhan, boleh ga kalo ina bodoh amatan nih, kabur aja, atau seperti yang lain cuek bebek.. Tuhan, Ina kan cuma manusia, bukan malaikat, bukan pahlawan super.. Tuh lihat, ina udah marah pun mereka diam aja... ga salah dong Tuhan, kalo ina jadi makin ga peduli sama orang lain? ...

Tak Ada Judul

Cuma pengen cerita, Ma...  Dari pengamatan ina selama diceritakan oleh teman2, ina menemukan beberapa hal tentang pacaran jaman sekarang. Pernah bertanya terhadap teman2, soal memilih pacar. Ada yang mau dijodohkan atau yang tidak. Ada yang berani melakukan pendekatan dan ada yang lebih memilih diam dan menunggu, ada yang pasrah aja istilahnya yang penting punya pacar. Ada orang yang menjalani suatu hubungan hanya untuk gengsi. Kenapa ina bilang gengsi? Karena mereka tidak mau disebut “jomblo” dan mereka ga pengen kehilangan kasih sayang dari orang lain. Dan yang anehnya mereka tetap mencari perhatian lain dari orang yang bukan kekasihnya. Dan yang parahnya menggantungkan perasaan kekasihnya. Sebenarnya mereka hanya tinggal jujur saja tapi sepertinya susah ya. Padahal dengan tindakan diam dan tak berbuat apa2 itu lebih menyakitkan kekasihnya yang sudah terlanjur sayang dan sudah menganggap serius hubungan tersebut. Karena kejelasan itu penting walaupun kenyataannya ga sei...

How To Train Your Dragon 2

Gambar
Dear Mama... Akhirnya Ina nonton film ini juga setelah hampir dua minggu tayang di bioskop. Sebenarnya mau nonton yang 3 D, tapi jamnya ga cocok :( Ina nonton ini karena ini film kartun yang ina suka, film pertamanya nonton di Botani sama adek versi 3Dnya dan langsung suka Toothless dan ceritanya. Sebelum nonton yang kedua, tentunya Ina mengulang lagi film yang pertama, dan selalu gemas melihat tingkah Toothless.  Ok. Ina mau review sedikit soal sekuelnya. Pertama, seperti biasa takjub dengan animasinya yang indah, 2D aja membuat seakan terbang di atas awan, apalagi 3Dnya ya (sayang udah ga ada 3Dnya karena udah ada transformers).  Dari segi cerita, bagus. Banyak dapat hal dari film ini, dan menjelang akhir cerita matanya sembab. Pas awal juga udah sembab, pas Hiccup ketemu ibunya.   Awalnya adegan lomba teman2 Hiccup masukin domba ke keranjang, menonton adegan ini berasa nonton pertandingan Quidditch Harry Potter . hehehehe. Kalau di Harry Potter ken...