Postingan

Menampilkan postingan dari 2015

Catatan Di Malam Akhir Tahun 2015

dear Mama, Puji Tuhan, akhirnya sampai juga di penghujung tahun 2015, walaupun masih dengan perasaan yang sama seperti tahun-tahun sebelumnya, ya ini malam tahun baru ke tujuh tanpa mama. Yang ina selalu ingat dan terapkan adalah malam tahun baru adalah ibadah malam akhir tahun di gereja setelah itu tinggal di rumah dan 5 menit sebelum pergantian tahun, buka pintu dan jendela rumah, kemudian berdoa, lalu tidur supaya badan fresh untuk ibadah pagi di gereja, rutinitas yang mama ajarkan. Mungkin karena ajaran mama ini, ina jadi pribadi yang makin ke sini makin senang di rumah saja jika malam tahun baru, lebih nyaman dengan suasana yang tidak ramai, mungkin memang kesunyian sudah menjadi teman di sepanjang malam. Terkadang ina iri dengan teman-teman yang selalu punya acara kumpul keluarga di malam tahun baru atau keluarga yang selalu menjadwalkan liburan akhir tahun, tapi ya sudahlah. Mungkin memang lebih nyaman seperti sekarang. Satu tahun ini ina dapat banyak pelajaran, M...

On The Third Day of Christmas

Gambar
Dear Mama, Merry Christmas, Ma! Ina tahu harusnya Ina sudah tidak boleh ucapkan lagi ke Mama, karena Mama udah sama Tuhan di sana kan, tapi Ina tetap mau ucapin ke Mama... Ga tahu kenapa, Ma... Natal kali ini rasanya sepi sekali...  Mungkin karena salah satu rutinitasnya hilang, biasanya ketemu Oma Frans, tapi Oma kan sudah bareng sama Mama juga, jadi ya ga ketemu.. dan hari Natal kedua, Ina malah sakit, maagnya kambuh dan akhirnya cuma bisa di rumah, nonton korea drama sampai bosen, tapi yang paling sakit adalah lengan kiri Ina, yang udah sakit dari dua minggu lalu. Lengan Ina makin sakit pas ina stress.. Ga tahu ini kenapa, mungkin karena peredaran darahnya ga lancar.. Kayaknya mesti diurut, karena emang selama ini kalo ina jatuh ga pernah diurut, karena dari dulu ga biasa urut kan... Apa yang ina stress, ya Ina sama Tuhan yang tahu, entah stress atau kangen. Kangen sama seseorang yang sepertinya ga kangen Ina.. hehehehehe... Orang yang jelas-jelas memang...

Menunggu Hujan

Gambar
Dear Mama... 11 Desember makin dekat sama tanggal keramat itu.. hehehehe Dan ga tau kenapa makin dekat makin sensitif, makin banyak yang dipikirkan, dan makin bingung harus apa, dan makin takut dan makin Ya takut... Sedang berusaha untuk memendam perasaan tapi malah jadi makin gelisah dan menimbulkan sesak di dada sebelah kiri... Berpikir untuk diungkapkan tapi takut dengan segala kemungkinan yang terjadi.. Tapi makin ke sini, malah makin ingin berhenti.. Berhenti untuk merasakan suatu hal yang memang sedang dirasakan.. Memilih untuk berserah dan menyerah namun tetap ingin diungkapkan supaya kosong. Egois ya, Ma? Mungkin iya... tapi terlalu berat karena tidak berani, tidak bebas untuk mengekspresikan yang dirasakan... Terlalu banyak berpikir jika melakukan A pasti hasilnya akan A jika melakukan B pasti hasilnya B.. Malah melewatkan beberapa kesempatan yang Tuhan beri karena ketakutan yang sulit dihilangkan karena melihat lebih dulu ekspresinya yang terkesan tidak ingin diga...

Menuju Pengulangan 20 untuk ke-28 kali....

Gambar
Dear Mama yang ada di SANA, Hello, Bu Gendut... Masuk Desember lagi nih, Ma.. Lama tidak bercerita, maafkan nonacina-mu ini, ya Mama... hehehehee Dan selalu munculnya mendekat angka keramat itu eh maksudnya tanggal.. hehehehe... Desember ketujuh tanpa Mama: 2009, 2010, 2011, 2012, 2013, 2014, dan sekarang 2015... Hmmmm.... dan akhir-akhir ini makin kangen banget sama Mama... Mungkin karena di rumah ga ada yang bisa diajak cerita bebas, ya karena ina kan perempuan satu-satunya di rumah... Ada beberapa hal yang buat Ina takut, Ma.. Beberapa hal yang buat Ina susah tidur akhir-akhir ini, tentang rumah, pelayanan, pekerjaan..  Tau sih harusnya cerita ke Tuhan aja, itu udah, Ma... saking banyaknya, terkadang cuma nyanyi lagu KepadaMu Kuberdoa dan kupinta, karena bingung mau ungkapinnya gimana ke Tuhan... Cerita ke sahabat pun, sudah... tapi ga semuanya...  Huffftttt.... Makin ke sini ina rasa ina makin buat tembok yang ga kelihatan itu, cuma bisa dipen...

KRL

Gambar
Dear Mama... Udah lama ya ina ga nulis di sini... Hmm... Kali ini ina mau nulis tentang cerita gadis soal KRL... Ketika Rindu meLanda... aissshhh... Hehehehehehe.. Kenapa gadis  singkat jadi KRL? Karena Gadis kangen beberapa moment di KRL bareng orang yg Gadis suka.. Narik bajunya sebagai sapaan Gadis, ekspresi mukanya, ngobrol dari mulai kerjaan, keluarga, film, lihat senyumannya, lihat muka galak bataknya itu... Huahhhhh.. Nyaris dua minggu ini ga sekereta dan ini berasa banget kangennya... jadi uring-uringan ga jelas... Mungkin karena ga bisa ungkapin.. Padahal terkadang Gadis suka ketemu dia pas istirahat, tapi sama-sama kaku.. kayak ga kenal . Aneh juga sih dia... Yang anehnya akhir-akhir ini, teman2 abang ini suka gangguin Gadis.. manggil nama Gadis terus tiap papasan, tapi abang ini diam aja.. Gadis curhat ke teman2nya, teman2nya bilanh abang ini kaku harus Gadisnya yg mulai duluan... gimana mau mulai kalo Gadisnya juga kaku? Ada satu lagu yg pas buat s...

1 Petrus 5:7

Dear Mama , Huahhhhhhhh...... Tanggal 14-16 Mei tinggal sebentar lagi... Berusaha menerapkan 1 Petrus 5:7 " Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu ", tapi ga bisa, Ma... Emosi naik turun ga jelas, jadi lebih sensitif, karena ini event besar di GPIB Cimanggis dan mungkin akan jadi event terakhir ina sebagai Ketua Gerakan Pemuda GPIB Cimanggis, jadi bawaanya mau semua berjalan sesuai rencana, tapi ternyata engga. Kayaknya ina kurang mengajari tim kerja dengan benar kali ya.  Memang sih kalo inget nasehat salah satu sahabat ina yang bilang kita akan makin tahu kareakter dan kemampuan seseorang ya pas kerjain event, dan pelan-pelan terlihatlah. Bingung jadinya, ada perasaan ga mau jadi pengurus lagi, tapi kebeban juga. Ina memang ga mau jadi ketua lagi, karena pengen yang lain yang maju. tapi malah hari minggu dapat kabar lagi, satu orang ga pengen jadi pengurus lagi, reflek ina emosi cuma bilang " terserahlah, nanti gw serahi...

Next...

Dear Mama... Hmmm... Kali ini ina mau curhat soal pelayanan.. Sebentar lagi ina lengser dari Ketua GP.. hehehehehehehehehe... Entah senang entah ragu entah ga taulah.. Tapi emang pengen turun aja, lebih pengen ke bagian yang urus ibadah.. Ada semacam konflik juga, kira-kira siapa yang akan jadi ketua selanjutnya.. lagi coba menekankan ke diri sendiri untuk tidak egois dan menyerahkan semuanya ke Tuhan siapapun penerus ina nantinya... Berharap sih ketua GP selanjutnya itu lebih baik dari ina, lebih bertanggungjawab dan lebih mengandalkan Tuhan dalam setiap keputusannya dan lebih diterima oleh anggota GP GPIB Cimanggis. Kalimat terakhir itu seakan ina dulu ga diterima ya, hehehehehe.. engga juga sih, engga tau maksudnya.. entahlah, Ma.... Mungkin ina lelah atau ina kurang tulus dalam pelayanan.. banyak hal yang kayaknya masih kurang gitu, tapi lebih cenderung kurang ke diri sendiri.. rasanya waktu kurang, tapi kalo inget obrolan tadi dengan salah satu tenaga bina, just...

Heart To Heart

Gambar
Dear Mama.. Kali ini ina mau tulis review korea drama yang habis ina tonton. Judulnya Heart To Heart . Ini kdrama tv kabel kecil pertama yang ina tonton tuntas, karena ina biasanya nonton kdrama yg di stasiun tv besar semacam sbs, kbs, atau mbc . Ina penasaran nonton ini karena tokoh wanita utamanya punya masalah dengan wajah mudah merah merona, kayak ina.. hehehehe... Cha Hong Do, wanita di akhir umur 20an, hidup seorang diri, fobia sosial, dan punya masalah wajahnya merah merona. Dia itu selalu menggunakan helm kalau keluar rumah untuk nutupin wajahnya yang gampang merah, sama sekali ga bisa berhubungan sosial. Ia naksir Detektif Jang dan selama 7tahun selalu kirim makanan untuk Jang Do Soo ini. Karena detektif inilah dia memberanikan diri ke Psikiater yang namanya Ko Yi Suk untuk diobati fobia sosialnya ini. Udah ketebak sih akhirnya dia malah suka sama Ko Yi Suk, ya iyalah secara Hong Do bisa berani, bisa marah-marah karena Yi Suk, Yi Suk juga sama jail dan iseng dan akhir...

Dilema

Gambar
Dear mama .. Ina mau cerita lagi soal Gadis... Banyak hal random yg ada di hati dan pikiran Gadis..  salah satunya adalah sebuah pertanyaan kapan bisa biasa aja saat teman2 mulai menggoda soal pria yang Gadis suka dulu? Rasanya mau teriak ke mereka untuk berhenti menggoda saat kami sedang di tempat yg sama karena pasti Gadis langsung kikuk, ingin bilang stop untuk membangunkan kembali perasaan yang sedang berusaha dihapuskan. Dan kenapa ga biasa aja saat ada Pria itu? Kenapa masih mencuri lihat dan ga bisa ngobrol bebas, dan kenapa tiap abis ketemu pasti Gadis langsung random.. Padahal Gadis sedang mencoba melihat Laki-laki lain, dan sudah mulai ada sedikit lampu hijau dari laki-laki lain itu, tapi kenapa dengan Pria itu, rasa penasaran itu masih ada? Padahal Gadis sudah pernah mengutarakan perasaannya sendiri, dan berjanji akan menghilangkan perasaan lebih, padahal pria itu tidak menunjukkan apa-apa, dan Gadis merasa ya perasaannya cuma sepihak, tapi kenapa...

Love, Rosie = Persahabatan menjadi Cinta

Gambar
Dear mama.... Kali ini ina mau review film Love Rosie. Film tentang persahabat yang berubah jadi cinta... Rosie dan Sam bersahabat sejak umur 5 tahun, dan saat Rosie umur 18tahun, sebenarnya masing-masing sudah mulai muncul perasaan lebih dari sahabat. Tapi karena gengsi, dan sepertinya tidak mau merusak persahabatan yang udah ada, jadi mereka nyembunyiin perasaan masing-masing. Sebenarnya udah terlihat jelas kalau Sam suka sama Rosie, karena dia pengen Rosie kuliah di kota yang sama. Tapi Rosie yang abu-abu, buat Sam ga yakin untuk bener-bener nunjukkin perasaannya, dan sebenernya tatapan mata mereka itu udah beda, bukan lagi pandangan mata seorang sahabat. Dan paling kelihatan pas Sam tahu kalau Rosie ga nyusul dia karena Rosie jadi single mother, Sam bahkan bilang kalau perlu dia yang jadi ayahnya, tapi karena Rosie ga mau juat susah sahabatnya, tentunya ditolak. Sam galau habis, mukanya bener-bener patah hati. Tapi Sam juga aneh, tetap berpacaran dengan cewe lain, sampai a...

Kapan Kawin ?

Gambar
Dear Mama... Seperti biasanya kalo ina lagi suntuk, penat, pasti mencari hiburan untuk diri sendiri, jadilah ina nonton film Kapan Kawin. Tertarik nonton ini karena pemainnya Reza Rahadian, salah satu aktor Indonesia yang oke dan ina ngefans banget, dan di sini dia dipasangkan dengan Ardinia Wirasti, aktris yang memang juga oke, dan udah lama juga ga nonton film komedi romantis, dan judulnya pas dengan problematikan sekarang di umur yg sudah matang...hehehehe Kesan pertama melihat Reza sebagai Satrio, aktor jalanannya yang nyentrik, geli, Ma... kalo ina jadi cewenya mah udah ilfeel. Hehehehe... Tokoh perempuannya di sini bernama Dinda, seorang wanita karir, mandiri, perfectionis, cantik, dan berumur 33 tahun , yang kalo kata Bapaknya ibarat kapal perang sebentar lagi tunggu ditabrak kapal Jepang :)) Lucunya muka Dinda pas dia ultah dan dapat telpon dari Ibunya itu loh, berasa melihat diri sendiri, kalo lagi ditanya, pacarnya mana? Umur berapa sekarang? mau sampa...

Cerita tentang Gadis (lagi)

Hello mama yang ada di surga.. Setelah 1 bulan umur 27, ina mencoba menulis lagi.. kali ini masih tentang Gadis yang selalu ina ceritakan ke mama.. Akhirnya Gadis bisa biasa lagi ke sahabat kecil Gadis itu setelah kejadian waktu itu.. sahabat yg satu lagi anggap saja namanya Melati, berusaha membujuk Gadis untuk bersahabat lagi dengan Mawar.. Melati menceritakan saat itu Mawar hanya emosi dan mengingatkan lagi kalau kami bertiga sudah bersahabat dari kecil. Dan saat Gadis ulangtahun, Mawar yang inisiatif untuk beri kejutan untuk Gadis.. hmm... pelan-pelan memang.. tapi ya begitulah.. Gadis ngobrol panjang juga dengan sahabat kecilnya yg lulusan sekolah teologia sebut saja Pak Pendeta, membahasa masalah pelayanan. Dikuatkan lagi untuk terus melayani. Dan tentunya curhat masalah kehidupan sosial dan perasaan dengan pria yang  Gadis pernah suka, dan setelah dengar cerita Gadis, Pak Pendeta memberi pengarahan kenapa ga coba berpikir ada apa-apanya, kenapa cuma lempeng...